SLEMAN 28 April 2026– Perkembangan teknologi informasi yang pesat kini telah merambah berbagai kelompok usia, tak terkecuali kelompok lanjut usia (lansia). Meski penggunaan ponsel cerdas di kalangan lansia terus meningkat setiap tahunnya untuk keperluan komunikasi hingga transaksi keuangan, mereka kerap menghadapi tantangan besar sebagai digital immigrants. Keterbatasan pemahaman teknologi ini menjadikan lansia sangat rentan terhadap berbagai modus penipuan daring (online).
Merespons tantangan tersebut, Dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Dr. Tomi Agus Triono, S.M., M.M., sekaligus pengurus Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S DIY) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar puluhan lansia di Unit Pelayanan Sosial Sekolah Lansia Wredha Mulya (SALWA) Sendowo, Kabupaten Sleman.

Kegiatan edukasi yang digelar dalam dua sesi pada tanggal 15 dan 22 April 2026 ini berfokus pada dua tema utama, yakni “Transaksi Digital pada Usia Emas” dan “Digital Trust & Anti-Scam Economy: Konsep dan Pemanfaatan AI untuk Lansia”. Bertempat di Aula Sasana Wredha Mulya, kegiatan ini diikuti secara antusias oleh sekitar 24 peserta yang tergabung sebagai Mahawredha.
Dalam pemaparannya, Dr. Tomi membekali para lansia dengan taktik mengenali ciri-ciri penipuan online seperti phishing, tawaran investasi bodong, hingga modus social engineering di mana penipu kerap menyamar sebagai pihak bank atau anggota keluarga. Ia menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN, password, dan kode OTP, serta menanamkan prinsip “Saring Sebelum Sharing” dan “Verify Then Trust” sebelum mempercayai informasi di internet.
Tidak hanya soal keamanan, para lansia juga diajak “naik kelas” dengan diperkenalkan pada teknologi Kecerdasan Buatan (AI). Peserta diajarkan cara memanfaatkan aplikasi generatif AI seperti ChatGPT secara sederhana, misalnya untuk mencari penjelasan terkait informasi kesehatan dasar atau sekadar teman interaksi digital guna mengurangi rasa kesepian.

Ketua Yayasan Wredha Mulya, Drs. H. Suwardi, menyambut positif kegiatan ini. Edukasi ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan lansia masa kini yang dituntut untuk bisa beradaptasi dengan layanan serba digital, namun tetap membutuhkan panduan agar tidak menjadi korban kejahatan siber.
Hasil evaluasi dari program ini menunjukkan keberhasilan yang signifikan. Berdasarkan data pengujian sebelum dan sesudah materi (pre-test dan post-test), pemahaman rata-rata kelompok lansia terkait literasi digital melonjak drastis. Tingkat kewaspadaan dalam menjaga data pribadi meningkat hingga mencapai 92%, sementara pemahaman tentang konsep keamanan dan pemanfaatan AI naik dari yang awalnya di bawah 30% menjadi 81% secara keseluruhan.
Melalui program edukasi andragogi (pembelajaran orang dewasa) yang interaktif dan menyenangkan ini, diharapkan para lansia di lingkungan Wredha Mulya dapat menjalani masa tuanya dengan lebih produktif, mandiri, dan merasa aman saat berselancar di dunia digital.
